BERSUKACITA DAN TANPA PAMRIH DALAM PELAYANAN (1 Korintus 9 : 15 - 24)

TheoFide Renungan Harian 16 Juli 2024 310 kali BERSUKACITA DAN TANPA PAMRIH DALAM PELAYANAN (1 Korintus 9 : 15 - 24)

Mungkin di antara kita pernah mendengarkan salah satu penggalan lirik lagu: "Kerja buat Tuhan, selalu manis e. Biar sondor gaji, selalu manise". Penggalan lirik tersebut memberi penegasan dan panggilan, bahwa melalukan pelayanan jangan didasari pada penerimaan upah, melainkan sebagai bukti keikutsertaan kita dalam pekerjaan Tuhan di tengah dunia. Pendasaran yang sama turut disampaikan oleh Paulus dalam 1 Korintus 9:15-18. Paulus menyampaikan, bahwa sebagai seorang rasul, ia memiliki banyak hak dalam pelayanannya (ay. 1-14), namun ia tidak pernah mempergunakannya (ay. 15). la menyampaikan, bahwa ia tidak mempergunakan haknya sebab ia menyadari pelayanan sebagai kewajiban. Bahkan ia melakukannya bukan sesuai kehendaknya, melainkan berdasarkan apa yang ditanggungkan Allah. Pengakuan Paulus kemudian menjadi pendasaran bahwa tidak boleh satupun pelayan yang bermegah dengan hasil pelayanan-Nya, sebab hanya Allah yang patut dimegahkan dari seluruh hasil pelayanan. Motivasi yang sama harus turut dimaknai dalam pelayanan masa kini, bahwa proses pelayanan jangan didasari pada upah. Sebaliknya, pelayanan harus didasari pada kesediaan yang tulus, sehingga kita dapat memahami bahwa upah sesungguhnya dari proses pelayanan adalah kesukacitaan.

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk melakukan pelayanan-Mu dengan sukacita dan tanpa pamrih. Amin


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin