POJOK OPINI: PEREMPUAN DIANTARA KELIMPAHAN ATAU KEKURANGAN
Kita hidup dalam
perubahan sosial, ekonomi dan politik yang mengantar kita pada sebuah kemajuan.
Disamping itu, kita juga dihadapkan dengan sejumlah persoalan hidup salah
satunya kesejahteraan diri dan keluarga. Dalam situasi ini, peran perempuan
menjadi sangat penting untuk memecahkan persoalan. Sejauh mana kita terlibat
dalam mengelola alam, usaha, keuangan dan kebutuhan lainnya agar dapat
tercukupi.
Dalam
masyarakat, tidak semua orang memiliki kesadaran untuk “terlibat aktif”. Ada
yang pasif mengikuti arus hidupnya saja, tidak punya gairah untuk bekerja atau
mengembangkan diri. Sayangnya prilaku malas ini dapat membentuk kebiasaan yang
diwariskan ke generasi selanjutnya.
Apalagi yang malas adalah seorang ibu, ia dapat memberikan contoh yang
salah dan pada akhirnya anak belajar dari pola hidup orangtuanya yang keliru
itu.
Dalam alkitab, kita menemukan dua sisi perilaku manusia yaitu rajin dan malas. Hati si pemalas penuh keinginan tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan (Amsal 13:14). Keinginan atau motivasi menjadi poros bagi diri untuk bergerak aktif. Jika tidak memiliki semangat hidup maka akan sulit seseorang bekerja dengan sungguh-sungguh. Disamping itu, penyebab lain orang malas bekerja adalah sering menunda pekerjaan, kelebihan beban kerja, kurang apresiasi, lingkungan yang tidak kondusif, jenuh dan masalah pribadi. Apa yang didapat dari sikap malas? Faktanya keadaan orang tersebut tidak berubah, merasa kekurangan dan sulit menghadapi hidup. Berbeda jauh dengan orang rajin. Mereka memiliki banyak peluang, mendapat kepercayaan dan diberikan tanggungjawab. Secara Teologis, Tuhan Allah memberkati orang-orang yang rajin, yang berusaha dengan keringatnya. Dari prosesnya itu Tuhan memberkati apa yang dikerjakan, Tuhan melipatgandakannya (memberi kelimpahan) kepada mereka yang juga mengandalkaNya contohnya Abraham dan Ishak dimana Tuhan Allah memberkati usaha mereka sehingga mereka menjadi orang kaya (Kej. 13, Kej. 26).
Dalam upaya menghadapi krisis ekonomi saat ini,
perempuan-perempuan gereja rajinlah bekerja, manfaakan sumber daya alam dan
peluang yang Tuhan berikan. Contoh kalau punya kintal sepanggal yang kosong di samping rumah, dari pada akan kosong lebih baik difungsikan dengan
menanam sayuran, cili atau tomat serta rempah2 (sereh, jahe, kunyit, dll). Sedangkan
bagi kita yang masih terjebak dengan sikap malas, sadarlah. Mulailah dengan
mengenali diri, belajar bersyukur dan melatih diri untuk rajin, membuat rencana
positif dan berdoalah agar Tuhan Allah memberikan kuasa bagi kita untuk
berubah.
