POJOK OPINI: PEREMPUAN DIANTARA KELIMPAHAN ATAU KEKURANGAN

Beni Soumokil Opini 19 Juni 2024 190 kali POJOK OPINI: PEREMPUAN DIANTARA KELIMPAHAN ATAU KEKURANGAN

Kita hidup dalam perubahan sosial, ekonomi dan politik yang mengantar kita pada sebuah kemajuan. Disamping itu, kita juga dihadapkan dengan sejumlah persoalan hidup salah satunya kesejahteraan diri dan keluarga. Dalam situasi ini, peran perempuan menjadi sangat penting untuk memecahkan persoalan. Sejauh mana kita terlibat dalam mengelola alam, usaha, keuangan dan kebutuhan lainnya agar dapat tercukupi.

Dalam masyarakat, tidak semua orang memiliki kesadaran untuk “terlibat aktif”. Ada yang pasif mengikuti arus hidupnya saja, tidak punya gairah untuk bekerja atau mengembangkan diri. Sayangnya prilaku malas ini dapat membentuk kebiasaan yang diwariskan ke generasi selanjutnya.  Apalagi yang malas adalah seorang ibu, ia dapat memberikan contoh yang salah dan pada akhirnya anak belajar dari pola hidup orangtuanya yang keliru itu.

Dalam alkitab, kita menemukan dua sisi perilaku manusia yaitu rajin dan malas. Hati si pemalas penuh keinginan tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan (Amsal 13:14). Keinginan atau motivasi menjadi poros bagi diri untuk bergerak aktif. Jika tidak memiliki semangat hidup maka akan sulit seseorang bekerja dengan sungguh-sungguh. Disamping itu, penyebab lain orang malas bekerja adalah sering menunda pekerjaan, kelebihan beban kerja, kurang apresiasi, lingkungan yang tidak kondusif, jenuh dan masalah pribadi. Apa yang didapat dari sikap malas? Faktanya keadaan orang tersebut tidak berubah, merasa kekurangan dan sulit menghadapi hidup. Berbeda jauh dengan orang rajin. Mereka memiliki banyak peluang, mendapat kepercayaan dan diberikan tanggungjawab. Secara Teologis, Tuhan Allah memberkati orang-orang yang rajin, yang berusaha dengan keringatnya. Dari prosesnya itu  Tuhan memberkati apa yang dikerjakan, Tuhan melipatgandakannya (memberi kelimpahan) kepada mereka yang juga mengandalkaNya contohnya Abraham dan Ishak dimana Tuhan Allah memberkati usaha mereka sehingga mereka menjadi orang kaya (Kej. 13, Kej. 26).

Dalam upaya menghadapi krisis ekonomi saat ini, perempuan-perempuan gereja rajinlah bekerja, manfaakan sumber daya alam dan peluang yang Tuhan berikan. Contoh kalau punya kintal sepanggal yang kosong di samping rumah, dari pada  akan kosong lebih baik difungsikan dengan menanam sayuran, cili atau tomat serta rempah2 (sereh, jahe, kunyit, dll). Sedangkan bagi kita yang masih terjebak dengan sikap malas, sadarlah. Mulailah dengan mengenali diri, belajar bersyukur dan melatih diri untuk rajin, membuat rencana positif dan berdoalah agar Tuhan Allah memberikan kuasa bagi kita untuk berubah.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin